MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA SYARIAH

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA SYARIAH

PADA BANK SYARIAH

Latar Belakang

Sejak berdirinya Bank Muamalat yang berlandaskan syariah pada tahun 1992 di Indonesia, perkembangan syariah di negeri ini semakin meningkat setiap tahunnya dengan berdirinya bank-bank, serta asuransi dan yang lain-lainnya, yang berlandaskan syariah. Hal ini menandakan prospek ekonomi syariah di Indonesia semakin maju dan berkembang.

Berdirinya bank–bank syariah di negeri ini sangatlah di respon baik oleh umat Islam, karena bank–bank syariah ini merupakan bank yang berlandaskan Al Qur’an dan Hadis, yang merupakan landasan hukum bagi umat Islam. Selain itu timbulnya bank-bank syariah juga disebabkan oleh haramnya bunga bank dari bank konvensional yang difatwakan oleh MUI, karena bunga bank itu termasuk Riba yang hukumnya haram.

Berkembangnya bank–bank syariah di Indonesia tentunya harus ada dukungan dari manajemen sumber daya manusia syariah yang berkualitas, sebab tidak mungkin suatu bank syariah dapat mencapai kesuksesan tanpa manajemen sumber daya manusia syariah yang berkulitas.

Timbulnya bank syariah di indonesia kebanyakkan barasal dari bank–bank konvensional yang membuka cabang bank syariah, dikhawatirkan banyak bank syariah yang tidak memiliki manajemen sumber daya manusia syariah yang berkualitas karena tidak memiliki pengalaman dalam akademi, maupun praktek dalam bank syariah, karena berasal dari bank konvensional. Oleh karena itu pentingnya penerapan manajemen sumber daya manusia syariah dibank syariah harus mendapatkan perhatian dari kita semua. Agar bank syariah dapat bersaing dengan bank-bank lainnya.

Persaingan ekonomi pada saat ini semakin luas oleh karena itu suatu bank syariah harus memilki manajemen sumber daya manusia syariah yang dapat mengatur dan melakukan perencanaan dengan baik dan bagus, agar bank tersebut mencapai suatu tujuan yang dicita-citakan oleh organisasinya.

Pengertian

Manajemen berasal dari kata kerja to manage (bahasa inggris), yang artinya mengurus, mengatur, melaksankan, dan mengelola.[1] Serta Manajemen menurut syariah. Manajemen dalam bahasa arab disebut Idarah diambil dari kata ’adarta bihi (kamu mengunakannya sebagai alat untuk memutar sesuatu), kata idarah (manajemen) itu suatu aktivitas khusus menyangkut kepemimpinan, pengarahan, pengembangan personal, perencanaan dan pengawasan terhadap pekerjaan.[2]

Sedangkan Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas.[3] Serta Sumber daya manusia syariah secara ensensial adalah keimanan SDM syariah terhadap keesaan Allah dan kesadaran tertingginya untuk tunduk sepenuhnya pada kehendak Allah dan kesadaran bahwa dia sangat dekat dengan Allah. serta SDM syariah memposisikan seakan-akan melihat Allah yang selalu mengawasinya, atau Allah selalu berada didalam hati setiap individu SDM syariah kapanpun dan dimanapun.[4]

Dan Syariah dalam kontek agama berarti jalan menuju kehidupan yang benar dan baik. Serta syriah tidak saja sebagai jalan menuju Allah tetapi juga sebagai jalan yang ditunjukkan oleh Allah melalui Rosulnya, Nabi Muhammad SAW. Selain itu syariah adalah suatu bagian dari sistem islam yang komprehensive sebagai way of life dimana islam tidak saja mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT (hablumminallah) akan tetapi Islam juga mengatur hubungan manusia dengan manusia (hablumminnas) yang disebut dengan muamalah, sehingga tidak sempurna Islam seseorang apabila tidak ada keseimbangan antara kedua hubungan tersebut.[5]

Manajemen sumber daya manusia syariah dalam melakukan perencanaan serta pengawasan haruslah sesuai dengan Al quran dan Hadis. Karena orang yang melakukan sesuatu berdasarkan Al Quran dan Hadis akan mendapatkan keselamatan sepanjang hidupnya, baik yang menyangkut keselamatan agama, diri (jiwa dan raga), akal, harta benda, serta keselamatan nasab keturunan.

Sebaliknya, orang yang tidak melakukan sesuatu dengan berdasarkan Al Quran dan Hadis akan menyebabkan kehancuran dalam kehidupannya, serta mendapatkan balasan dari Allah di akhirat nanti.

Manajemen merupakan hal terpenting yang dimiliki oleh suatu organisasi yaitu dengan mendidik sumber daya manusianya agar terampil, cakap, berdisplin, tekun, kreatif, idealis, mau bekerja keras, kuat fisik/mental, setia kepada cita-cita dan tujuan organisasi, yang menghasilkan kepada keberhasilan dan kemajuan organisasi.[6]

Oleh karena itu Suumber daya manusia syariah sangatlah berpengaruh dalam suatu bank syariah untuk pencapaian tujuannya. karena betapa pun majunya teknologi, berkembangnya informasi, tersedianya modal dan memadainya bahan, namun jika tanpa sumber daya manusia syariah maka akan sulit bagi bank syariah tersebut untuk mencapai tujuannya.

SDM merupakan tulang punggung dalam menjalankan roda kegiatan opersional suatu bank. untuk itu penyediaan sumber daya manusia (bankir) sebagai motor penggerak opersional bank haruslah di siapkan sebaik mungkin sehingga mereka memliki kemampuan dalam menjalankan setiap transaksi perbankan dengan baik.

Pembahasan

Dalam manajemen sumber daya manusia syariah terdapat tiga pembahasan menurut KH Didin Hafinuddin[7] pembahasan pertama adalah perilaku sumber daya manusia syariah adalah dalam suatu organisasi haruslah memiliki nilai-nilai ketauhidan dan kimanan, karena dengan memiliki itu akan merasakan kenyamanan dalam melakukan sesuatu, dan merasakan bahwa Seolah-olah Allah itu dekat dengannya serta selalu mengawasinya dalam melakukan segala sesuatu apa yang dikerjakannya.

Selanjutnya hal kedua ialah struktur organisasi, didalam manajemen sumber daya manusia syariah struktur organisasi sagatlah diperlukan unuk membuat perencanaan sehingga mampu mempermudah dan mengkomodasi lebih banyak kontribusi positif bagi organisasi ketimbang hanya untuk mengendalikan performansi yang menyimpang. Serta lebih menjamin fleksibilitas baik di dalam maupun antar posisi-posisi yang saling berinteraksi.

Dan hal yang ketiga dalam manajemen sumber daya manusia syariah adalah sistem. Sistem syariah yang disusun harus menjadikan perilakunya berjalan dengan baik. Yaitu dengan pelaksanan sistem kehidupan secara konsisten dalam semua kegiatan yang akhirnya akan melahirkan sebuah tatanan kehidupan yang baik.

Manajemen sumber daya manusia syariah yang baik adalah manajemen yang mengetahui tentang SDMnya, dan selalu melakukan sesuatu perencanaan itu berdasarkan dengan syariat islam. Serta menjadikan SDMnya itu sebagai SDM yang memiliki wawasan yang luas dan yang selalu tunduk terhadap aturan-aturan yang berlaku baik hukum pemerintah maupun hukum agama.

Dengan demikian segala sesutu yang yang dillakukan dengan baik, benar, terencana, dan terorganisasi dengan rapi, maka kita akan terhindar dari keragu-raguan dalam memutuskan sesuatu atau dalam mengerjakan sesuatu. Sesuatu yang dikerjakan pada keragu-raguan biasanya akan melahirkan hasil yang tidak optimal dan mungkin akhirnya tidak bermanfaat.

Penutup

Oleh karena itu setiap bank mempunyai perencanaan kegiatan tenaga kerja yang harus dijalankan oleh karyawannya yang memiliki wewenang dan tanggung jawab atas tugasnya masing-masing. Oleh sebab itu seorang karyawan bank harus memiliki pengetahuan dalam dunia perbankan agar dapat melayani setiap produk perbankan secara cepat, tepat dan memuaskan artinya dibutuhkan kayawan yang profesional dan handal, sehingga mampu menjual setiap produk perbankan yang dimiliki bank. Serta memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tantangan, tidak pantang menyerah dan berputus asa.

karena maju mundurnya manajemen, terwujudnya atau tidaknya impian-impian, cita-cita indah suatu bank syariah. Tergantung kepada kemampuannya untuk mengatur dan memanfaatkan sumber daya yang ada dalam organisasi, termasuk sumber daya manusianya, dengan efesien, efektif, dan produktif.

Tanpa manajemen yang handal, pengolahan, penggunaan, dan pemanfaatan sumber-sumber lainnya itu akan menjadi tidak efesien, efektif, dan produktif. Dengan demikian tidaklah mengherankan bahwa cita-cita dan tujuan serta program bank syariah yang telah dirumuskan dengan baik hanya akan tetap menjadi impian indah yang tak pernah terwujud.

Dalam rangka untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang profesional suatu bank perlu melakukan pengarahan, pelatihan dan pengembangan seta peningkatan karir terhadap Sumber daya manusianya, karena dengan sering dilakukan pengarahan dan pelatihan kepada Sumber Daya Manusianya suatu bank akan dapat meraih kesuksesan. Serta dengan adanya peningkatan karir bagi Sumber daya manusianya akan dapat meningkatkan produktifitas kerja.

Dengan demikian bank syariah akan mudah dalam menjalankan suatu perencanaan yang telah disusunnya. Dan dengan SDM yang telah dikelolanya akan memperoleh SDM yang Berkualitas.


[1] Drs. Faustino Cardoso Gomes, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Andi, 1995)

[2] Edy Setiadi, SE, MM, Modul Kuliah Manajemen Sumber Daya Insani Bank Syariah. Hal 13

[3] Drs. Faustino Cardoso Gomes, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Andi, 1995)

[4] Dr. Iwan Triyuwono, Organisasi Dan Akuntasi Syariah, hal. 253, penerbit : LKis, Cetakan I, maret 2000

[5] Edy Setiadi, SE, MM, Modul Kuliah Manajemen Sumber Daya Insani Bank Syariah. Hal 22

[6] Drs. Faustino Cardoso Gomes, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Andi, 1995

[7] KH. Didin Hafinuddin, Manajemen Syariah dalam Praktik, Hal. 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: